-->

Modus Bisa Jadikan PNS, Dukun Wanita di Sunggal Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah

Senin, 21 Maret 2022 / 18.08

Salah seorang korban saat di Mapolrestabes Medan. (f-mt/ist) 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Seorang wanita berinisial MR, warga Tani Asli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang yang berprofesi sebagai dukun pengobatan alternatif berhasil tipu ratusan orang dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Alhasil para korban yang dijanjikan akan dimasukan kerja sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah dengan dalih harus menyerahkan sejumlah uang agar bisa diterima bekerja, namun hingga batas waktu yang dijanjikan, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung tercapai.

Salah satu korban berinisial WD ( 37 ) warga Helvetia pada awak media saat diwawancarai di depan Polrestabes Medan, Senin (21/3/2022) siang mengatakan bahwa kejadian terjadi pada setahun lalu (2021).

"Aku dan orang tua kan mau berobat sama si terduga pelaku berinisial MR di daerah Desa Tani Asli. Setelah beberapa kali kami berobat, si terduga pelaku ini menawarkan pada orang tua saya, katanya ia ( MR ) bisa menjadikan saya sebagai Pegawai Negeri Sipil di salah satu dinas di pemerintahan dengan syarat harus menyerahkan uang kontan. Saya sendiri sudah menyerahkan total uang sebesar Rp.20.000.000 . Namun hingga kini pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi,"ucap WD.

Katanya lagi, uang itu diserahkan secara bertahap dan ada tanda terima dari si terduga pelaku. Dan korbanya ratusan orang dan beberapa diantaranya sudah membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan.

"Ada tanda terima uang dan juga ada pernyataan si terduga pelaku ini untuk mengembalikan uang, namun hingga sekarang si terduga pelaku ini tak ada mulangkan duit kami. Laporanya bernomor STTLP/804/ III/ YAN/ 2.5/2022/ SPKT/ Polrestabes Medan/ Polda Sumatera Utara pertanggal 11 Maret 2022. Hingga kini pelaku belum juga ditangkap-tangkap. Saya minta laporan kami ini segeralah ditindak lanjuti. Kalau korban lain berinisial SW mengalami kerugian sebesar Rp 170.000.000,"jelas korban.

Para korban pun berniat untuk melaporkan MR beramai-ramai ke Polda dan Polrestabes Medan. (mt)

Komentar Anda

Terkini