-->

Media Online Banyak, Berita Jangan Copi Paste

Kamis, 28 Juli 2022 / 10.39

Sekretaris SPS Sumut Arianto Agly pada seleksi penerimaan Anggota PWI Sumut.(f-maria/klikmetro)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wartawan merupakan ujung tombak untuk menyajikan berita berimbang dan berkualitas, juga sebagai kontrol sosial dalam pemerintahan. Namun sayangnya dalam perkembangan dunia pers, terkait semakin banyaknya media online, banyak pemberitaan menjadi tidak terarah dan berimbang, bahkan cenderung copi paste.

Karena itu diharapkan wartawan media online tetap menerapkan kode etik jurnalistik dan azas praduga tak bersalah. Selain itu juga dibutuhkan kecepatan berita, namun tetap mematuhi peraturan sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Demikian disampaikan Sekretaris Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Arianto Agly yang merupakan salah satu panelis pada kegiatan Seleksi Penerimaan Anggota PWI Sumut 2022, di Hotel Le Polonia, Medan, Kamis (28/7/2022).

Dia menilai banyaknya media online saat ini menunjukkan perkembangan dunia pers yang sudah sangat pesat. Berita-berita dengan cepat diterima oleh masyarakat. Namun sayangnya, banyak berita copi paste. Sehingga terkadang sejumlah media online memberikan berita yang sama, tanpa ada perbedaan sama sekali

"Tidak mudah mendirikan media online. Harus punya jaringan yang kuat. Berita-berita jangan copi paste,"ungkap Arianto Agly.

Dalam hal ini diperlukan adanya uji kompetensi wartawan (ukw) dan beberapa jenjang yang harus diikuti wartawan. Pertama, tingkat muda, tingkat madya dan tingkat utama. 

"Merupakan hal yang penting bagi wartawan untuk mendapat kartu UKW dan disebut kompeten, menunjukkan dirinya merupakan jurnalis yang menaati undang-undang pers, kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan,"papar Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut ini. (mar)

Komentar Anda

Terkini