Ratakan Lahan, PTPN II dan Warga Sampali Perang Batu

Minggu, 30 Oktober 2022 / 05.07

Warga Desa Sampali bentrok dengan pihak PTPN II dan saling melempar batu. (f-ist)

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Aksi saling lempar batu terjadi antara pihak PTPN II dan warga Kemuning serta warga Kesuma, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang di kawasan Komplek Ar Rahman, Desa Sampali, Sabtu (29/10/2022).

Keributan terjadi lantaran pihak PTPN II melakukan pemerataan lahan dengan alat berat dan merobohkan bangunan serta tanaman sawit yang ada di kawasan tersebut.

Namun bentrokan tak berlangsung lama setelah pihak Polsek Percut Sei Tuan datang melakukan pengamanan.

Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, personil Polsek Percut Sei Tuan menerima informasi adanya keributan warga di Jalan Kesuma Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan.  Selanjutnya Personil Polsek Percut Sei Tuan dipimpin Kanit Reskrim Iptu J. Simamora tiba di lokasi dan langsung membubarkan kedua belah pihak untuk antisipasi bentrokan susulan.

Selanjutnya personil yang dipimpin Kanit reskrim mengumpulkan informasi dan keterangan untuk mengetahui  penyebab keributan.

Menurut keterangan Kadus 13 Desa Sampali Juriwanto menerangkan, pihak PTPN II dan Pihak Nusa Dua Propertindo (NDP) bersama pengamanan dari PTPN II melakukan pembersihan lahan HGU PTPN II dengan merobohkan bangunan dan tanaman kelapa sawit menggunakan 1 (satu) Unit dozer dan 1 (satu) unit beko bertempat di Jalan Meteorologi Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan seluas 8 Ha.

Alat berat dozer dan beko melintas di Komplek Ar Rahman Jalan Kemuning Baru Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan dan langsung meratakan lahan yang dikuasai oleh warga kemuning dengan cara mendozer tanaman dan pagar milik warga.

Melihat kejadian tersebut warga Kemuning dan warga Kesuma tidak terima dan langsung melakukan aksi spontan menolak pembersihan lahan yang dilakukan oleh PTPN.

Pihak PTPN II bersama dengan BKO Pengamanan PTPN II berkumpul di Balai Penelitian Tembakau Deli (BPTD) di Jalan Kesuma.

Selanjutnya warga Kemuning dan warga Kesuma sekitar 500 orang bergerak ke BPTD. Saat tiba di Jalan Kesuma, warga mendapat lemparan batu dari pihak PTPN II kemudian terjadi aksi lempar-lemparan antara Pihak PTPN II dan ratusan warga.

Keterangan dari Saptaji,  masyarakat Jalan Kesuma menerangkan bahwa pihak PTPN II, pihak NDP sebelumnya ada datang bertemu dengan warga Kemuning dan warga Kesuma dengan maksud membicarakan besaran tali asih yang akan diberikan oleh pihak PTPN II dan pihak NDP.

Pertemuan antara Pihak PTPN II dan Pihak NDP tidak menemukan kata sepakat karena warga menganggap besaran tali asih yang akan diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh warga.

Warga meminta kepada pihak PTPN II dan Pihak NDP agar tidak melakukan aktivitas apapun diatas lahan yang saat ini dikuasai oleh warga sebelum ada kesepakatan.

Selanjutnya personil melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sampali M Ruslan. Hasil koordinasi dengan kepala desa direncanakan  hari Minggu 30 Oktober 2022 pukul 10.00 WIB akan melakukan pertemuan dengan warga Kemuning dan warga Kesuma di rumah Saptaji di Jalan Kesuma, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

"Kami menghimbau warga masyarakat Kemuning dan Kesuma membubarkan diri dan pulang  ke rumah masing - masing," kata Iptu Jepri Simamora. (hot)

Komentar Anda

Terkini