Rico Waas: Imlek Bagian dari Kehidupan Multikultural Medan

Minggu, 25 Januari 2026 / 09.35

Wali Kota Medan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). (ft-diskominfo medan)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Medan. Keberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin dalam berbagai aktivitas sosial dan perayaan adat yang diikuti lintas komunitas.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas. Dalam rangkaian kegiatan itu, Rico Waas juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026. Pameran ini menghadirkan beragam karya dan ornamen budaya, antara lain Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.

Rico Waas mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan. “Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi."

Menurutnya, Medan merupakan kota multikultural yang dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat.

Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai suku dan etnis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka dan saling menghargai.

Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga. "Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan," nilainya.

Dalam sambutannya, Rico Waas juga menyinggung perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat, energi, dan gerak maju. Ia menilai makna tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif.

Ia menekankan bahwa kekompakan dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Ia mencontohkan solidaritas masyarakat saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi persoalan.

“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki kesamaan prinsip, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rico Waas berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara untuk melihat langsung harmoni multikultural di Medan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana. “Saya bangga melihat semangat solidaritas masyarakat Medan yang terus terjaga,” ungkapnya. (mar)

Komentar Anda

Terkini