Buntut Kemarahan Gubsu Bobby di Tapteng: Plh Camat Dicopot-Pembangunan Dimulai

Senin, 20 April 2026 / 20.38

Gubsu Bobby Nasution marah-marah ke Plh Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung saat meninjau proyek tanggul sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng. (foto : istimewa)

TAPTENG, KLIKMETRO.COM - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution marah-marah ke Plh Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung saat meninjau proyek tanggul sungai di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng. 

Amukan itu berujung Yan Munzir dicopot dari jabatannya dan pembangunan sabo dam akhirnya dimulai pada, Senin (20//4/2026). Bobby marah diketahui dari video yang diunggah di Instagram Pemprov Sumut yang dilihat, Selasa (14/4/2026). Momen Bobby marah-marah itu saat meninjau sungai yang meluap saat banjir besar November 2025.

Bobby marah-marah saat hujan deras di lokasi itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu terlihat berada di antara Bobby dengan Yan Munzir. Ekspresi Bobby dan bahasa tubuh Bobby terlihat sangat marah kepada Yan Munzir. Yan Munzir juga terlihat beberapa kali mendebat perkataan Bobby.

"Ini udah jalan, saya kan nggak dapat perintah dari sini Pak," kata Yan Munzir Hutagalung dalam potongan video. Bobby kemudian terlihat marah ke Yan Munzir soal warga yang akan teriak soal sungai ini. Bobby mengaku sudah memperjuangkan agar dapat puluhan triliun rupiah untuk penanganan pascabencana di Sumut.

"Dari awal masyarakat ke sini berapa orang, warga kau nanti yang teriak, bukan teriak ke kau aja. Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau ngurus aja ini aja nggak bisa, orang perjuangin kau lho," sebut Bobby Nasution.

Tapteng disebut daerah paling lambat dalam proses pemulihan. Bobby meminta agar tidak merasa orang yang paling kerja.

"Kau daerah paling lambat lho, dimantion berkali-kali, bantuan ada nggak dapat, di Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling kerja," tuturnya.

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan mengatakan jika Bobby marah ke Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung karena lambatnya pembebasan lahan dan sosialisasi ke warga. Pembebasan lahan itu untuk pekerjaan proyek oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Pak Gubernur marah karena sejauh ini proyek pekerjaan yang di kerjaan BBWS belum bisa dikerjakan padahal sudah lama berkontrak karena alasan pembebasan lahan dan sosialiasi ke warga," kata Gibson Panjaitan. (rizki)

Komentar Anda

Terkini