![]() |
| Anggota DPRD Medan Datuk Iskandar Muda. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera membangun mekanisme tanggap darurat yang cepat.
Desakan ini muncul setelah pemadaman listrik dan matinya aliran air PDAM melanda kota selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai telah menyusahkan aktivitas warga dan merugikan para pelaku UMKM.
"Dalam situasi darurat, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa tenang," ujar Datuk kepada media, Kamis (11/6/2026).
Politisi PKS ini menyoroti dampak buruk pemadaman listrik yang sempat membuat arus lalu lintas di Kota Medan macet total akibat lampu pengatur jalan (traffic light) mati. Ia menyayangkan tidak adanya petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan di lapangan untuk mengatur jalan saat kondisi krusial tersebut terjadi.
Menurut Datuk, Pemko Medan seharusnya bisa bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian dan instansi terkait. Tujuannya agar situasi kota tetap kondusif meskipun terjadi pemadaman listrik berulang kali.
"Kita paham pemadaman listrik itu di luar kendali Pemko Medan, tapi dampaknya sangat besar bagi warga. Pemko Medan harus turun langsung ke lapangan melihat situasi dan segera memberikan pelayanan," katanya.
Selain masalah listrik, Datuk juga mengkritik keterlambatan Pemko Medan dalam menyalurkan bantuan air bersih. Pasokan air diketahui telah mati sejak Selasa sore, namun bantuan armada air bersih baru tiba pada hari Rabu.
"Masyarakat sudah menjerit bingung mencari air bersih. Harusnya Pemko Medan bisa lebih cepat memberi bantuan sehingga dampaknya tidak begitu meluas," tegasnya.
Datuk meminta agar krisis listrik dan air ini dijadikan bahan evaluasi serius bagi Pemko Medan untuk meningkatkan pelayanan publik, bukan untuk saling menyalahkan. Ia juga meminta Wali Kota Medan untuk aktif berkoordinasi dengan PLN dan PDAM, serta menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.
"Apa hasilnya langsung sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan begitu ada kepastian sehingga masyarakat tidak bingung," pungkasnya. (mar)
