![]() |
| Proyek pembangunan jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Kota Medan. (ft-ist) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM - Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak SH, menyoroti tajam proyek pembangunan jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Kota Medan. Pasalnya, pengerjaan jalur khusus di median jalan tersebut telah menumbangkan ribuan pohon peneduh kota dan merusak sejumlah fasilitas publik.
"Kita sangat mendukung sistem transportasi massal BRT ini karena menjadi salah satu upaya mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Medan. Namun, karena pengerjaannya baru dimulai, DPRD Medan wajar mengetahui detail program dan teknis pengerjaannya," ujar Paul kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (3/6/2026).
Politisi PDI Perjuangan ini menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak pelaksana proyek kepada legislatif. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar fungsi pengawasan berjalan maksimal dan dapat meminimalisir dampak negatif di lapangan.
Pembangunan infrastruktur transportasi yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang ini terpantau sudah mulai berjalan. Alat berat dan pembatas jalan mulai memakan median jalan di beberapa jalur protokol, seperti di sepanjang Jalan SM Raja dan Jalan Gatot Subroto/Jalan Binjai Kota Medan.
Secara khusus, Paul juga mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terkait penebangan massal pohon di sepanjang jalur hijau tersebut.
“Dikemanakan pohon-pohon yang ditebang itu? Berapa PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari retribusi penjualan pohon dimaksud? Ini harus transparan,” tegas Paul.
Merespons masalah ini, Komisi 4 DPRD Medan menjadwalkan pemanggilan seluruh pemangku kepentingan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) waktu dekat. Instansi yang akan dipanggil meliputi Dinas Perhubungan Kota Medan, Dinas SDABMBK Kota Medan, DLH Kota Medan, Dishub Sumut, PLN, hingga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut.
Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, belum dapat dikonfirmasi wartawan mengenai kejelasan retribusi pohon tersebut. (mar)
