Sumut Usulkan Blueprint Produk dan Layanan Halal untuk Program Kawasan di IMT GT 32

Rabu, 17 Juni 2026 / 20.48

Kepala Bagian Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut, Ahmad Yamin saat konferensi pers terkait Program Prioritas, Proyek Strategis dan Kegiatan Unggulan OPD di Anjungan Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (17/6/2026). (Foto : Dinas Kominfo Sumut)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32, yang menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama ekonomi kawasan.

Dalam pertemuan yang akan digelar pada September 2026 mendatang di Medan, Pemprov Sumut mengusulkan agar konsep produk dan layanan halal dapat diintegrasikan ke dalam blueprint IMT-GT sehingga dapat menjadi agenda strategis lintas negara dan lintas sektor.

“Gagasan ini sejalan dengan komitmen Sumatera Utara untuk memperluas manfaat kerja sama IMT-GT melalui pembangunan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Kabag Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ahmad Yamin dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobby Dekranasda, kantor Gubernur Sumut, Rabu (17/6/2026).

Dijelaskan Yamin, dalam rapat koordinasi awal antara10 provinsi di Sumatera untuk menentukan kesepakatan kerjasama dalam pertemuan IMT-GT sebelumnya, telah dibahas kolaborasi dan sinergi untuk memetakan potensi masing-masing provinsi yang dapat diimplementasikan dalam program IMT-GT.

Terdapat delapan konsep kerjasama yang akan diusulkan untuk masuk ke dalam blueprint IMT-GT yakni ; pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, infrastruktur dan transportasi, perdagangan dan investasi, lingkungan, sumber daya manusia dan budaya serta transformasi digital.

“Pemprov Sumut akan mengusulkan ide dan gagasan untuk tiga konsep utamanya yakni pertanian, pariwisata serta produk dan layanan halal sedangkan lima konsep kerjasama lainnya nanti sebagai penyangga. Seperti pertanian, komoditi kita kopi asal Sumut, tapi selama ini ibarat lembu punya susu, sapi dapat nama. Kopinya punya Sumut tapi negara lain membrandingnya menjadi produk mereka,” kata ujar Yamin.

Selain mendorong produk dan layanan halal, Sumut juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata halal agar semakin mampu menarik minat pasar regional dan global. Sumatera Utara juga akan mengusulkan agar program edukasi dan penguatan kapasitas SDM terkait produk dan layanan halal dapat dilakukan di Sumut, melalui pelatihan, pembinaan, pendampingan standar, serta kolaborasi kelembagaan.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan produk, tetapi juga memperbesar peluang investasi serta memperkuat jaringan pemasaran halal antarwilayah. Apalagi kalau pelatihan standarisasi produk dan layanan halal dapat dilakukan di Danau Toba tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi pariwisata kita dan generasi Sumut ke depan,” papar Yamin.

Melalui penguatan konsep tersebut, IMT-GT diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi Sumatera Utara, khususnya dalam meningkatkan daya saing produk halal melalui standarisasi dan penguatan rantai nilai. Mengoptimalkan potensi pariwisata halal dengan pengembangan ekosistem layanan yang ramah wisatawan. Mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui program edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan di Sumut. Serta memperluas manfaat kerja sama kawasan agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Sumut.

“Kita sangat berharap konsep produk dan layanan halal dapat menjadi bagian dari arah kebijakan IMT-GT ke depan yang lebih terukur dan menghasilkan manfaat besar bagi seluruh wilayah di kawasan,” ujar Yamin. (mar)

Komentar Anda

Terkini