MEDAN, KLIKMETRO.COM - Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, Hj. Sri Rezeki, AMd, mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di era modern. Hal ini ia sampaikan dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di dua lokasi berbeda, yaitu Jalan Kerang, Kecamatan Medan Amplas dan Jalan Sisingamangaraja Gang Keluarga Kecamatan Medan Kota, Minggu (21/6/2026).
Menurut Sri Rezeki, gotong royong bukan sekadar kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, gotong royong adalah inti dan "nyawa" utama dari tindakan nyata mengamalkan Pancasila.
"Saya miris melihat anak-anak muda banyak yang terlibat narkoba dan tawuran, juga begal. Karena itu kegiatan wasbang ini kita selenggarakan, agar rasa nasionalisme tetap tumbuh dan berkembang, sehingga membuat negara menjadi lebih kuat," kata Sri Rezeki.
Legislator Dapil IV ini menekankan bahwa Pancasila harus menjadi identitas bangsa untuk menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari kenakalan remaja hingga bencana alam.
"Ingat tidak saat covid kemarin, kita bersama saling bantu saat menghadapi pandemic covid-19. Jadi gotong royong itu bukan sekedar kerja bakti saja, tapi gotong royong dalam banyak hal. Membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana, seperti Bencana Sumatera yang terjadi beberapa waktu lalu. Ini juga menguatkan Kembali ideologi kebangsaan kita dengan saling bergotong royong memberikan bantuan," ujarnya dihadapan ratusan warga yang hadir.
Tantangan AI dan "Gotong Royong Digital"
Dalam kegiatan tersebut, Sri Rezeki menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi baru ini dinilai bisa mengikis nilai moral dan mengaburkan identitas bangsa jika masyarakat tidak dibekali literasi digital yang kuat.
Sebagai solusi, ia memperkenalkan konsep gotong royong digital. Masyarakat diminta bijak menyaring informasi negatif dan menggunakan media sosial untuk hal positif. Contohnya, menggalang bantuan bencana alam setelah melihat kabar musibah di internet.
Selain masalah teknologi, srikandi PKS ini juga mengingatkan warga tentang masalah banjir di Kota Medan.
Sri Rezeki bercerita bahwa rumah pribadinya di Jalan Selamat juga sempat terendam banjir hingga membuatnya harus mengungsi.
Ia meminta kesadaran penuh dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Warga dilarang keras membuang sampah sembarangan ke dalam sungai dan parit karena bisa menyumbat saluran air dan memicu banjir besar.
"Jangan buang sampah ke sungai dan drainase karena akan menyumbat saluran air. Ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir," tukasnya.
Pada sesi tanya jawab, warga juga menyampaikan aspirasi mereka. Muhammad Rifki menanyakan komitmen DPRD dalam menjaga moral generasi muda, sementara warga lain bernama Amri meminta pengawasan ketat terhadap anggaran program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal itu, Sri Rezeki berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memperluas program pembinaan Pancasila ke sekolah-sekolah. Targetnya adalah menekan angka tawuran, begal, dan narkoba.
Terkait program MBG, ia menegaskan bahwa DPRD Medan berkomitmen penuh mengawasi anggaran agar tersalurkan dengan tepat sasaran demi kesehatan siswa.
Kegiatan ditutup dengan penuh khidmat setelah ratusan warga bersama-sama membacakan kelima sila Pancasila. Sri Rezeki juga mengutip pesan mendalam dari Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta: "Indonesia tidak akan bercahaya dengan obor besar di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa." (mar)
