Zulham Efendi : Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dan Agama Cegah Persoalan Sosial di Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 / 15.45

Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Zulham Efendi saat kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di Taman Wisata Danau Siombak Lingkungan I, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan dan di Jalan T.M. Pahlawan, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (21/06/2026). (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I., menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta ajaran agama di tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda. 

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di sejumlah lokasi di Kota Medan, di antaranya di Taman Wisata Danau Siombak Lingkungan I, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, serta di Jalan T.M. Pahlawan, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (21/06/2026).

Menurut Zulham, maraknya persoalan sosial di masyarakat seperti begal, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja merupakan indikasi masih lemahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dan agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Persoalan begal dan tawuran yang masih terjadi saat ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila dan agama belum sepenuhnya diamalkan. Karena itu, pembinaan ideologi Pancasila harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia,” ujar Zulham.

Politisi asal Medan Utara ini menegaskan, Pancasila mengajarkan nilai kemanusiaan, persatuan, gotong royong, serta penghormatan terhadap sesama. 

"Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, maka berbagai konflik sosial dapat diminimalisir dan kehidupan masyarakat akan lebih harmonis, " katanya. 

Dalam kesempatan itu, Zulham juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki jati diri kebangsaan yang kuat. Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh negatif media sosial hingga masuknya budaya asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

“Generasi muda harus menjadi penjaga identitas bangsa. Mereka harus bangga menjadi bangsa Indonesia dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Jangan sampai mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan atau ajakan yang dapat memecah belah persatuan,” katanya.

Zulham menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila merupakan langkah penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Dengan pemahaman yang kuat terhadap ideologi negara, masyarakat akan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan berbagai dinamika sosial yang berkembang.

“Pancasila harus terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat agar kita tidak mudah diadu domba dan terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan. Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman, sehingga semangat persatuan harus terus dijaga,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kerukunan antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bersatu dapat terus terjaga.

“Bangsa ini harus terus damai. Persatuan dan kebersamaan adalah modal utama untuk membangun Indonesia yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkas Zulham. (mar)

Komentar Anda

Terkini