"Pemerintah Kota Medan harus segera mengembangkan Kawasan Medan Utara sebagai destinasi wisata bahari," tegas Hadi Suhendra saat membacakan Laporan Hasil Rapat Banggar DPRD Kota Medan Terhadap Ranperda Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 saat Sidang Paripurna di gedung DPRD Kota Medan, Selasa (7/7/2026).
Dijelaskan politisi Partai Golkar yang akrab disapa Suhendra tersebut, Pemko Medan harus segera mewujudkan wisata bahari di Medan Utara dengan menggelar berbagai kegiatan yang memanfaatkan potensi lokal seperti perlombaan dayung sampan dan kegiatan wisata berbasis perairan lainnya yang dapat mendatangkan banyak wisatawan ke Medan Utara.
"Untuk itu, wisata bahari tersebut perlu didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang, termasuk transportasi wisata air yang memadai sehingga kawasan Medan Utara dapat menjadi ikon wisata baru di Kota Medan," ujarnya.
Ditegaskan Suhendra, pengembangan wisata bahari ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Medan, melainkan juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pemerintah Kota Medan harus terus melakukan terobosan melalui penyelenggaraan kegiatan atau event berskala kota di wilayah Medan Utara sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya tarik kawasan Medan Utara," tegasnya dihadapan Wali Kota Medan, Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap yang hadir pada kegiatan itu.
Menurut Suhendra, potensi pariwisata Medan Utara perlu dikembangkan secara optimal melalui program-program uang inovatif dan berkelanjutan.
"Dengan begitu pariwisata di Medan Utara mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan daerah," katanya.
Dijelaskan Suhendra, anggaran belanja Dinas Pariwisata Kota Medan di Tahun 2025 sebesar Rp30.653.765.046. Namun, realisasi belanja hanya sebesar Rp23.023.376.944 atau sebesar 75,11 persen.
"Kita berharap, realisasi belanja di tahun ini dapat ditingkatkan jauh lebih baik. Sebab, optimalisasi pemanfaatan anggaran juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program yang akan berdampak langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Selain itu, Hadi Suhendra yang juga merupakan tokoh di wilayah Medan Utara tersebut juga mendorong Pemko Medan agar segera melakukan pembentukan dan pengembangan kawasan Hutan Mangrove di wilayah Medan Utara sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan, mitigasi banjir rob, dan pengendalian abrasi pantai.
"Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, Hutan Mangrove tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir melalui pemberdayaan sektor pariwisata, kuliner, dan usaha berbasis potensi lokal," tutupnya. (mar)
