Geliat UMKM Padang Lawas di PRSU ke 50, Boyong Kuliner Khas dan Kerajinan Tradisional

Minggu, 26 Juli 2026 / 20.45

Paviliun Padang Lawas di PRSU ke 50 Jalan Gatot Subroto, Medan, menampilkan berbagai produk unggulan dan kerajinan tradisional. (foto : istimewa) 

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 kembali menjadi ajang unjuk gigi bagi kekayaan budaya dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Salah satu yang mencuri perhatian tahun ini adalah Paviliun Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang konsisten menghadirkan deretan produk lokal unik dan otentik.

Saat dikunjungi pada Kamis (23/7/2026), pengelola stand Kabupaten Palas, Ihsan Mudiansyah Hasibuan, secara antusias memamerkan berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat yang dibawa langsung dari daerah asalnya.

"Produk andalan kita ada Manisan Balakka. Ini buah khas dari Padang Lawas yang bentuknya mirip buah plum sebelum diolah. Setelah disentuh tangan kreatif UMKM, kini hadir dalam bentuk manisan yang segar," ujar Ihsan.

Selain Manisan Balakka, Paviliun Palas juga memanjakan lidah pengunjung dengan Ulame. Kuliner tradisional ini sekilas serupa dengan dodol, namun memiliki karakteristik unik karena diolah menggunakan tepung beras dengan cita rasa khas daerah setempat.

Bagi para pencinta kopi, stand ini juga menyediakan Kopi Robusta orisinal Padang Lawas dengan harga terjangkau, yaitu Rp40.000 untuk kemasan 250 gram.

Tidak sekadar memamerkan kuliner, Pemkab Padang Lawas turut memboyong kekayaan kerajinan tangan dan alat tradisional ke kancah provinsi. Salah satu primadonanya adalah Gupak, sejenis parang panjang karya pandai besi lokal.

"Gupak ini biasanya dipakai warga untuk menebang pohon atau menebas rumput panjang sebagai alat bantu pertanian. Kami juga membawa hasil bumi lain seperti kulit manis, pasak bumi, dan kerajinan anyaman dari rotan," tambah Ihsan.

Paviliun Padang Lawas ini telah melayani pengunjung sejak pembukaan PRSU pada 3 Juli dan akan terus mempromosikan produk daerahnya hingga malam penutupan pada 2 Agustus 2026 mendatang.

Di tengah semangat mempromosikan potensi daerah, Ihsan memberikan sedikit catatan evaluasi terkait penyelenggaraan tahun ini. Ia berharap pihak panitia dapat menyesuaikan harga tiket masuk utama PRSU di masa mendatang. Menurutnya, harga tiket yang berlaku saat ini kerap dikeluhkan pengunjung dan berimbas pada menurunnya daya beli di paviliun daerah.

"Harapannya ke depan harga tiket masuk bisa diturunkan agar masyarakat yang datang lebih ramai seperti tahun lalu. Dengan begitu, sisa uang kantong pengunjung bisa dialokasikan untuk memborong produk-produk UMKM di dalam paviliun," pungkasnya optimis. (red)

Komentar Anda

Terkini