Ratusan Siswa SMA di Berastagi Keracunan Usai Santap MBG

Kamis, 13 Agustus 2026 / 19.19

Bupati Karo Antonius Ginting menjenguk siswa yang dirawat di rumah sakit diduga akibat keracunan MBG. (ft-ist) 

KARO, KLIKMETRO.COM – Situasi darurat menyelimuti sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo pada Kamis (16/8/2026) sore. Ratusan siswa dan siswi dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Berastagi dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam istirahat siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Tak lama setelah mengonsumsi menu makan siang berupa ikan sarden dan tahu sambal, para siswa mulai mengeluhkan gejala medis yang serupa. Mereka mengalami mual, pusing, wajah terasa panas, lidah gatal-gatal, hingga sesak napas.

Melihat rekan-rekan mereka mulai terkulai lemas, sejumlah siswa segera melapor ke pihak guru. Tindakan cepat langsung diambil dengan mengevakuasi para korban menggunakan ambulans dan kendaraan operasional lainnya secara silih berganti menuju sejumlah rumah sakit terdekat.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis sore, diperkirakan ada ratusan siswa yang harus mendapatkan perawatan intensif. Lonjakan pasien yang datang dalam kondisi lemah sempat membuat para dokter dan perawat kewalahan. 

Sebaran korban saat ini terbagi di tiga rumah sakit, yaitu:

- RSU Efarina Etaham Berastagi: 92 orang

- Rumah Sakit Amanda Berastagi: 39 orang

- Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe: 26 orang

Mendengar kabar tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. langsung turun ke lapangan untuk menjenguk para siswa. Kehadiran mereka sekaligus untuk memantau langsung proses penanganan medis di ruang perawatan. 

Di tengah kepanikan dan kecemasan pihak keluarga yang memadati rumah sakit, Bupati Karo menegaskan agar seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang maksimal.

"Saya harap berikan penanganan yang baik, semoga cepat sehat," ujar Antonius Ginting di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, tim medis masih berfokus penuh pada pemulihan kesehatan seluruh korban. Sementara itu, pihak kepolisian dan instansi berwenang terkait telah mengamankan sisa makanan untuk diselidiki lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti dari dugaan keracunan massal ini. (ton)

Komentar Anda

Terkini