Tepis Isu Penutupan, USU Pastikan Revitalisasi Chapel Rampung dengan Fasilitas Lebih Lengkap

Selasa, 11 Agustus 2026 / 23.35

Sekretaris Direktorat Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Ami Dilham, SE., M.Si dan pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Selasa (11/8/2026).(ft-vera-klikmetro)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Universitas Sumatera Utara (USU) memastikan isu yang menyebutkan Chapel USU akan ditutup adalah tidak benar. Bangunan yang selama ini menjadi sarana ibadah bagi sivitas akademika Kristen di lingkungan kampus tersebut justru akan direvitalisasi guna meningkatkan kapasitas, kualitas, serta kelengkapan fasilitasnya tanpa mengubah fungsi utamanya sebagai rumah ibadah.

Sekretaris Direktorat Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Ami Dilham, SE., M.Si., menegaskan bahwa langkah renovasi ini merupakan bagian integral dari pengembangan infrastruktur kampus, bukan upaya menghilangkan fungsi tempat ibadah.

“USU menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai penutupan rumah ibadah chapel adalah tidak benar. USU memastikan chapel tetap difungsikan sebagai tempat ibadah dan hanya akan menjalani renovasi untuk meningkatkan kualitas dan fasilitasnya,” ujar Ami di Medan saat memberikan keterangan dihadapan sejumlah wartawan, Selasa (11/8/2026).

Ami menjelaskan, rencana revitalisasi ini bukanlah kebijakan mendadak. Rencana tersebut telah dirancang sejak 2015 dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis, termasuk penanganan kondisi bangunan lama yang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi.

Gedung baru chapel direncanakan berdiri dua lantai. Selain ruang ibadah utama dengan kapasitas yang lebih memadai, gedung tersebut akan dilengkapi ruang pertemuan dan ruang rapat untuk menunjang kegiatan akademik maupun kelembagaan.

“Fungsi chapel setelah renovasi tidak akan berubah, tetap menjadi rumah ibadah. Mengenai perizinan sejak awal, izin pendirian di atas lahan USU ini ditujukan untuk Chapel Persekutuan Iman Warga Kristen Kampus USU dan tidak diperuntukkan bagi kepentingan lain,” tegasnya.

Untuk menjamin kelancaran aktivitas kerohanian selama proses pembangunan, USU menyiagakan fasilitas ibadah sementara di belakang perpustakaan pusat, lengkap dengan sarana penunjang seperti tempat tinggal pendeta. Penanganan proyek ini dikawal langsung oleh Tim Revitalisasi dan Optimalisasi Fungsi Chapel USU yang diketuai Prof. Dr. Luhut Sihombing, MP.

Dukungan Tokoh Kerohanian dan Historis

Rencana revitalisasi ini mendapat apresiasi positif dari Dr. Ing. Bonar Panggabean, putra dari salah satu pendiri Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU, Dr. Ing. Hotma Panggabean. 

Menurut Bonar, pembenahan gedung chapel sudah sangat mendesak mengingat pertumbuhan jumlah mahasiswa Kristen di USU dari tahun ke tahun.

“Saya kira warga kampus kita, terutama mahasiswa, semakin banyak. Kapasitas chapel saat ini sudah tidak memadai lagi, apalagi bangunan satu lantai yang lama sempat terendam banjir,” ungkap Bonar.

Bonar menceritakan bahwa chapel memiliki nilai historis yang kuat sebagai ruang persekutuan lintas denominasi gereja bagi civitas akademika sejak masa pendiriannya. Selain ibadah Minggu, chapel aktif digunakan untuk persekutuan harian dan latihan paduan suara.

Terkait adanya perbedaan pandangan di masyarakat, Bonar menganggap hal itu sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. Namun, ia mengimbau semua pihak untuk melihat persoalan ini secara utuh berdasarkan sejarah dan aspek legalitas lahan.

“Kami tentu mendukung langkah ini. Ini rumah kita bersama. Dengan disiapkannya lokasi ibadah sementara dan kamar pendeta oleh pihak kampus, tidak ada alasan kegiatan kebaktian terhenti selama proses revitalisasi,” pungkasnya. (ver)

Komentar Anda

Terkini