Wakil Bupati Asahan Buka Program Pemagangan Nasional 2026 dan Pelatihan Produktivitas UMKM

Rabu, 26 Agustus 2026 / 20.25

Wakil Bupati Asahan Rianto berfoto bersama peserta usai membuka Program Pemagangan Nasional 2026 dan Pelatihan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pelaku UMKM di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kisaran Timur, Rabu (26/8/2026). (Foto : Dinas Kominfo Asahan)

ASAHAN, KLIKMETRO.COM - Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P, secara resmi membuka Program Pemagangan Nasional 2026 dan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara peresmian ini berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (26/08/2026).

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Sutiono, S.H., S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Program Pemagangan Nasional ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027. Sebanyak 37 peserta mengikuti program ini dan ditempatkan di tiga instansi mitra, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan (3 orang), BPJS Kesehatan Cabang Kisaran (5 orang), dan RSU Catharina 1914 (29 orang). 

Sementara itu, Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM diikuti oleh 25 peserta dan digelar pada 26–29 Agustus 2026 di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan.

Tujuan utama dari rangkaian kegiatan ini adalah mendorong pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas, memperluas akses pasar, serta mendongkrak penyerapan tenaga kerja demi menekan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Asahan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menyukseskan visi nasional dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, tantangan terbesar lulusan baru saat ini bukanlah kompetensi akademik, melainkan minimnya pengalaman praktis di dunia kerja.

"Melalui momentum ini, negara hadir memberikan solusi konkret untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil sektor industri," ujar Wabup Rianto.

Lebih lanjut, Rianto menjelaskan bahwa program ini memberikan jaminan kelayakan bagi para peserta. Hak-hak yang didapatkan meliputi uang saku penuh yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan ditransfer langsung ke rekening peserta, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian), serta sertifikasi resmi gratis dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah dinyatakan lulus uji kompetensi.

"Gunakan waktu enam bulan ke depan dengan sebaik-baiknya. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya," pesan Wakil Bupati kepada para peserta.

Ia juga menitipkan para peserta kepada lembaga mitra agar dibimbing melalui sistem pendampingan yang ketat guna membentuk tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing. Selain itu, apresiasi tinggi juga diberikan atas terselenggaranya pelatihan UMKM yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan manajerial serta analisis pasar peserta sehingga berdampak langsung pada kenaikan pendapatan usaha.

Acara dibuka secara resmi yang ditandai dengan penyerahan tanda peserta pemagangan secara simbolis oleh Wakil Bupati Asahan kepada salah satu perwakilan peserta. (mar)

Komentar Anda

Terkini