Ejek Korban Keracunan MBG, Dua Pekerja SPPG Deli Serdang Dipecat

Jumat, 02 Oktober 2026 / 21.09

Dua pegawai SPPF yang viral ejek keracunan MBG di Deli Serdang minta maaf. (tangkapan layar)

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatra Utara mengambil tindakan tegas dengan memecat secara tidak hormat dua orang pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Galang Barat 2, Desa Galang Barat, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Langkah ini diambil setelah kedua pekerja tersebut viral karena mengejek anak-anak SD yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui siaran langsung (live) di media sosial TikTok.

Kepala Regional BGN Sumut, Yoga Arizanto, membenarkan keputusan pemberhentian tersebut. Kedua wanita yang diketahui bernama Kiki Namira dan Fadilah Ramadani itu resmi dipecat dari bagian pemorsian SPPG terhitung sejak tanggal 30 September 2026.

"Benar sudah diberhentikan keduanya," ujar Yoga Arizanto saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (2/10/2026). Ia menambahkan bahwa konten yang dibuat oleh keduanya dinilai tidak pantas dan telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Viral Ejek Korban di TikTok

Kasus ini mencuat setelah potongan video siaran langsung keduanya beredar luas dan memicu gelombang kecaman dari warganet. Dalam video yang terpantau pada Kamis (1/10/2026), kedua pekerja tersebut berulang kali melontarkan kalimat yang meremehkan musibah yang dialami para siswa.

"Kalau dikasih daging kalian diam-diam aja, giliran dikasih telur beracunan bising kalian. Memang netizen-netizen," ucap salah seorang wanita dalam video tersebut.

Tidak hanya itu, mereka juga melontarkan candaan sarkastik mengenai potensi keracunan di kemudian hari. "Nanti kalau ada MBG lagi, keracunan lagi. Sakit perut lagi? Ke puskesmas, iya? Nanti dikasih telur ya biar enggak keracunan," cetus mereka sambil tertawa.

Setelah menuai hujatan masif dari netizen, Kiki Namira dan Fadilah Ramadani akhirnya mengunggah video klarifikasi. Menggunakan teks yang sudah disiapkan, keduanya menyampaikan permohonan maaf secara bergantian di hadapan kamera.

"Saya Fadilah dan saya Mirah (Kiki Namira), di sini kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan candaan kami terkait live TikTok mengenai kejadian MBG yang terdampak susu basi," ungkap mereka.

Keduanya berdalih bahwa ucapan tersebut awalnya hanya sekadar candaan dan mengaku tidak ada niat untuk menyakiti perasaan anak-anak maupun keluarga korban. Mereka menyadari bahwa sebagai relawan SPPG, tindakan tersebut sangat tidak dibenarkan dan menyalahi etika kemanusiaan.

Latar Belakang Kasus Keracunan

Sebagai informasi, kasus keracunan massal yang menjadi bahan ejekan kedua mantan pekerja tersebut terjadi pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Sebanyak 38 siswa sekolah dasar (SD) dari empat sekolah di Kecamatan Galang dilarikan ke Puskesmas Galang setelah mengalami sakit perut parah dan muntah-muntah usai mengonsumsi susu kotak dari program MBG.

Data posko kesehatan mencatat persebaran korban berasal dari SDN 101976 Desa Bandar Kuala (7 siswa), SDN 106197 Desa Paku (13 siswa), SDN 101961 Desa Timbang Deli (17 siswa), dan SDN 107827 Desa Titi Besi (1 siswa). Pihak berwenang saat ini masih terus melakukan pengawasan agar insiden serupa tidak terulang kembali. (fan)

Komentar Anda

Terkini