-->

Sehari Hanyut di Bendungan Desa Sei Rotan, Effendi Ditemukan Tak Bernyawa

Jumat, 01 Oktober 2021 / 19.44

Jenazah korban saat dievakuasi petugas dari lokasi bendungan Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan.

DELI SERDANG, KLIKMETRO.COM - Effendi (34) warga Dusun II Desa Baru, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang yang tenggelam saat mandi-mandi di bendungan tali air Dusun XII, Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan pada Kamis (30/9/2021) sore akhirnya ditemukan meninggal dunia, Jumat (1/10/2021) pukul 11.00 WIB.

Penemuan bermula dari Tim SAR dibantu relawan Gerakan Tanggap Bencana Desa Sei Rotan melanjutkam pencarian terhadap Effendi yang dimulai pukul 08.00 WIB. Sehari sebelumnya, Kamis (30/9) sore, Tim juga melakukan pencarian namun pada pukul 21.00 WIB pencarian dihentikan karena derasnya arus air.

Tim SAR menggunakan perahu karet milik Basarnas menyisir seluruh lokasi bendungan. “Setelah 3 jam kami menyusuri seluruh lokasi akhirnya korban ditemukan tidak bernyawa dengan posisi telungkup sekitar 10 meter dari lokasi tenggelamnya. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantung mayat untuk dikebumikan di TPU Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan dengan terlebih dahulu dilakukan fardhu kifayah nya,” jelas Irwansyah Putra selaku Koordinator Relawan Gerakan Tanggap Bencana Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan.

Sementara itu, Kepala Desa Bintang Meriah Kecamatan Batangkuis Bambang Hartoko yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa korban merupakan anak yatim piatu. “Mereka ada 3 orang dan tidak pernah tinggal di rumah tetapi berkeliaran di Kota Batangkuis. Kalau warga Kecamatan Batangkuis sudah tidak asing lagi dengan mereka. Bulan April lalu abangnya Abdul Rahman juga meninggal dunia di depan salah satu Klinik di Batangkuis Pekan karena suatu penyakit. Saat ini tinggal 1 orang lagi adiknya yakni Mamat Syahputra yang hidup,” jelas Bambang.

Sebelumnya, pada Kamis (30/9) sore korban bersama 7 warga mandi di Bendungan tali air Dusun XII Desa Sei Rotan. Bendungan tali air tersebut merupakan pembatas antara Kecamatan Percut Seituan dan Batangkuis. Diduga korban tidak pandai berenang sehingga tenggelam terbawa arus air. (*/wsp)

Komentar Anda

Terkini