-->

Di Festival Orang Utan, Afandin Gelontorkan Rp7 Miliar dan Minta Bukit Lawang Dijaga

Jumat, 19 Agustus 2022 / 21.23

Plt Bupati Langkat H Syah Afandin berfoto bersama saat Festival Orang Utan 2022 di Bukit Lawang, Kabupaten Langkat.(f-kominfo langkat)

LANGKAT, KLIKMETRO.COM - Pemerintah Kabupaten Langkat menggelontorkan Rp7 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat. Termasuk didalamnya pembangunan jalan wisata Bukit Lawang. 

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH saat menghadiri Festival Orang Utan 2022,di Rock Island Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Langkat, Jumat (19/8/2022). 

Giat yang diselenggarakan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL)  Sumatera Utara ini dalam rangka memperingati Hari Orang Utan Sedunia 2022.

"Sebesar Rp7 miliar dana APBD Pemkab Langkat digelontorkan untuk pembangunan jalan Bahorok, termasuk jalan wisata Bukit Lawang," jelas Afandin. 

Menurutnya tempat wisata di Langkat ini transportasinya belum memadai, prasarana jalan masih banyak yang rusak. Belum lagi pengutipan liar masih merajalela di mana-mana. Jadi bagaimana nanti masyarakat dan wisawatan mau datang. 

"Saya minta ini tidak sekedar hanya seremoni. Bagi kawan-kawan yang mempunyai akses, agar ini disorot," tandasnya. 

Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian destinasi Bukit Lawang termasuk Orang Utan yang menjadi ikon Bukit Lawang. 

"Sama-sama untuk menjaga serta melestarikan lokasi wisata yang ada di Bukit Lawang. Langkat ini termasuk yang berkontribusi untuk oksigen di dunia terkadang kita lupa mensyukuri itu," jelasnya. 

Ia pun mengaku mengerti terkadang satu dua orang ada yang datang untuk merusak alam Bukit Lawang. Perbuatannya itu secara otomatis merusak ekosistem yang ada.

"Ini tanggungjawab bersama. Saya mempunyai tanggung jawab besar juga untuk itu. Bukan hanya bicara tentang bagaimana agar berjalannya kehidupan masyarakat di sini, tetapi juga untuk menjadikan ini (Bukit Lawang) suatu kebanggaan Langkat, agar dapat dipromosikan kepada dunia secara baik," katanya. 

Seperti bagaimana ikon Orang Utan ini untuk dikenalkan baik secara langsung maupun secara online ke publik. Juga semua kegiatan disini turut diviralkan. 

"Hutan Bukit Lawang kita menjaga lalu kita promosikan di media sosial (online) dan dari mulut ke mulut (ofline) agar semakin dikenal publik dan maju. Dipromosi ini, Dinas Pariwisata harus sangat berperan," tandasnya. 
Sembari menceritakan dahulu banyak kesan dialami dirinya di Bukit Lawang. Pada tahun 1982 dan 1983 dirinya melakukan camping, terlihat banyak turis mancanegara datang hanya untuk mencari yang alami ke Bukit Lawang. Padahal didaerah/negerinya juga ada hutan. 

"Ini bukti keindahan Bukit Lawang sangat mempesonakan para turis mancanegara," sebutnya. 

"Saya inginkan hal itu kembali diwujudkan, Bukit Lawang menjadi impian bagi semua turis dunia sebagai tempat yang harus dikunjungi atau dirindukan," harapnya menambahkan. 

Sementara Perwakilan BBTNGL Wahyan menjelaskan ada sekitar 2.000 an hektare lahan TNGL yang ada di Langkat menjadi tempat untuk populasi Orang Utan. Diperkirakan dari mulai tahun 1973 sampai tahun 2003, keberadaan Orang Utan bekisar 200 lebih jumlahnya. 

"Namun saat ini jumlahnya terus menurun semenjak banjir bandang di Bukit Lawang," jelasnya. 
Turut hadir Ketua Dewan Kehutanan (DKD) Panut Hadisiswoyo MSi, Ketua Pewarta Poto Indonesia Sumatra Rahmad Suriyadi, Kadis Pariwisata Langkat Nur Elly Heriani Rambe MM, Plt Kadis PUPR Khairul Azmi SSTP, Kabag Umum Eka Syahputra Depari SSTP, Plt Kasad Pol PP Dameka Putra Singarimbun SSTP, Kabid IKP M Faisal SE MIKom mewakili Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Camat Bahorok Robi Deritawan Sitepu dan Sekcam Bahorok Rukun Sinuraya. (ks)
Komentar Anda

Terkini