Banjir Susulan di Tapteng Rendam 4 Kelurahan, Warga Berhamburan Mengungsi di Gedung Sekolah

Jumat, 22 Mei 2026 / 20.50

Banjir susulan melanda Kabupaten Tapanuli Tengah dan merendam 4 kelurahan. Warga setempat mengungsi ke berbagai kawasan di dataran tinggi, salah satunya di sekolah (foto atas). (ft-ist)

TAPTENG, KLIKMETRO.COM - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memicu terjadinya banjir susulan di sejumlah kelurahan yang ada di Kecamatan Tukka, Tapteng, Sumatera Utara.

Dilaporkan bahwa sejumlah sungai besar meluap dan tanggul Sungai Aek Godang Hutanabolon jebol hingga merendam permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Tukka. Kondisi ini membuat warga setempat kembali harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Erianto Tambunan, menyampaikan akibat banjir susulan tersebut ratusan warga di area terdampak parah telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian darurat yang dipusatkan di bangunan sekolah.

“Di tempat pengungsian itu, kami bersama Kadis Kesehatan Tapteng hadir memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan selimut, makanan, dan minuman bagi para pengungsi,” ujar Erianto Tambunan, Jumat (22/5/2026).

Dia menjelaskan, tiga lokasi pengungsian darurat dipusatkan di sekolah-sekolah. Di SMP Negeri 1 Tukka terdapat 26 jiwa pengungsi yang terdiri dari 2 anak-anak, 3 lansia, dan 21 orang dewasa.

Kemudian, di SMA Negeri 1 Tukka terdapat 24 jiwa pengungsi yang terdiri dari 1 bayi, 6 anak-anak, 9 laki-laki dewasa, dan 8 perempuan dewasa.

Selanjutnya, di SMP Negeri 3 Tukka, Kelurahan Bonalumban, terdapat 29 jiwa pengungsi yang terdiri dari 8 perempuan dewasa, 3 lansia perempuan, 1 lansia laki-laki, 4 laki-laki dewasa, 7 anak laki-laki, dan 6 anak perempuan.

Erianto menuturkan, saat peristiwa banjir susulan terjadi pada malam itu, BPBD Tapteng bersama aparat kecamatan, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah menerjunkan personel penuh di lapangan untuk melakukan tindakan cepat.

“Kami melakukan evakuasi aktif dan penyisiran ke rumah-rumah warga guna mengantisipasi adanya warga yang masih terjebak di dalam rumah,” katanya.

Selain itu, sambung Erianto, pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

“Peristiwa banjir susulan ini juga kami laporkan secara berkala dan berkoordinasi langsung dengan pimpinan daerah setelah menerima laporan dari kecamatan dan kelurahan terdampak banjir,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan laporan resmi dari camat dan lurah setempat pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 18.14 WIB, banjir mulai terdeteksi meningkat secara signifikan sejak pukul 17.58 WIB. Hingga malam hari, debit air dilaporkan terus meningkat seiring hujan yang belum kunjung reda.

Lokasi terdampak banjir terparah terkonsentrasi di dua kecamatan yang mencakup lima kelurahan, yakni Kecamatan Tukka meliputi Kelurahan Hutanabolon, Sipange, Bonalumban, dan Tukka. Sementara di Kecamatan Badiri, banjir terjadi di Kelurahan Lopian.

Luapan air sungai mulai memasuki fasilitas publik dan area permukiman warga dengan rincian waktu kejadian sebagai berikut:

Pukul 19.43 WIB: Air mulai meluap dan menggenangi ruas jalan di Kelurahan Sipange. Pukul 20.01 WIB: Di Kelurahan Hutanabolon, tanggul di sekitar Rambin dilaporkan jebol. Air langsung merangsek ke permukiman warga setinggi lutut orang dewasa.

Pukul 20.22 WIB: Banjir di Hutanabolon masih terfokus di Lorong 1, sementara Lorong 2, 3, dan 4 dilaporkan masih aman.

Pukul 20.28 WIB: Debit Sungai Lopian naik drastis melampaui 1 meter dari batas normal. Pukul 20.36 WIB: Air setinggi lutut menggenangi area Simpang GPDI Lopian.

Pukul 20.43 WIB: Air sungai dilaporkan mulai memasuki rumah-rumah warga di kawasan Onan Tukka. Pukul 20.46 WIB: Akses jalan di Kampung Rambutan, Kecamatan Tukka, mulai tergenang.

Pukul 20.51 WIB: Sungai Aek Harse terpantau dalam status siaga dengan debit air yang sangat tinggi. Pukul 21.32 WIB: Banjir meluas hingga ke ruas jalan utama di daerah Sigotom, Kecamatan Tukka.

“Dari laporan yang kami terima dari kecamatan dan kelurahan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir susulan ini,” pungkasnya.

Erianto menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap banjir susulan serta mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang air.

“Kami juga memastikan pelayanan terus diberikan. Masyarakat diminta segera menghubungi petugas di lapangan jika membutuhkan bantuan evakuasi lanjutan,” tuturnya. (rizki)

Komentar Anda

Terkini