BRI Sibolga Peringati Harkitnas 2026, Suarakan Semangat Persatuan dan Integritas

Jumat, 22 Mei 2026 / 20.53

Bank BRI Branch Office Sibolga menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun di Lapangan Kantor BRI Sibolga. (ft-ist) 

SIBOLGA, KLIKMETRO.COM - Bank BRI Branch Office Sibolga menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-118 Tahun yang dilaksanakan di Lapangan Kantor BRI Sibolga, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Cabang BRI Sibolga Alda Martumbur Silaban membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid mengatakan bahwa peringatan Harkitnas ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026 menjadi momentum refleksi atas peristiwa penting berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

"Sejarah mencatat berdirinya Boedi Oetomo sebagai “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa. Pada masa itu, kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan," kata Alda, Jumat (22/5/2026).

Dia menuturkan semangat tahun 1908 juga menjadi tonggak perubahan bentuk perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang bermartabat.

Kemudian secara filosofis Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan.

"Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa dinilai telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," ucapnya.

Dalam tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan generasi muda sebagai tunas bangsa.

"Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar," tuturnya.

Selain itu, melalui momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, bangsa Indonesia juga kembali meneguhkan arah perjalanan nasional dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar pembangunan bangsa, sebagai kompas utama dalam menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. (rizki)

Komentar Anda

Terkini