Zulham Efendi Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan dan Ideologi Pancasila di Tengah Arus Pengaruh Asing

Senin, 01 Juni 2026 / 09.11

Anggota DPRD Medan Fraksi PKS Zulham Efendi saat menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Medan Marelan, Sabtu (30/5/2026). (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I., mengajak masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, Ideologi Pancasila, dan semangat persatuan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan tersebut disampaikan Zulham Efendi saat menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Batu Putih no. 30 , Kelurahan Pahlawan Kecamatan Medan Perjuangan dab Jalan YP Hijau gg. Masjid link 04, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (30/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya memahami sejarah lahirnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar negara yang tidak terlepas dari kontribusi besar para ulama dan tokoh bangsa.

Menurut Zulham, Pancasila dan UUD 1945 lahir melalui proses panjang yang melibatkan pemikiran, perjuangan, dan musyawarah para pendiri bangsa dari berbagai latar belakang, termasuk para ulama yang memiliki peran penting dalam merumuskan dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila dan UUD 1945 bukan lahir secara tiba-tiba. Keduanya merupakan hasil pemikiran para tokoh bangsa dan ulama yang mengedepankan nilai persatuan, keadilan, dan semangat kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat,” ujar pria yang juga duduk di Komisi IV ini.

Ia menjelaskan, dalam perjalanan sejarahnya, Pancasila dan UUD 1945 mengalami berbagai dinamika dan perkembangan yang menjadi bagian dari proses demokrasi bangsa Indonesia. Meski demikian, nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Zulham menilai bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan globalisasi. Berbagai pengaruh asing, baik yang bersifat positif maupun negatif, dapat dengan mudah masuk ke tengah masyarakat. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi kebutuhan yang sangat penting.

“Kita harus terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman kebangsaan yang kuat, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Zulham mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa. Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer atau ekonomi, tetapi juga pada kokohnya ideologi dan rasa cinta tanah air yang dimiliki masyarakat.

“Penguatan nilai-nilai kebangsaan merupakan salah satu upaya penting dalam memperkuat ketahanan negara. Jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang Pancasila, UUD 1945, dan semangat kebangsaan, maka bangsa ini akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan global dan pengaruh asing,” tegasnya.

Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut, Zulham berharap masyarakat semakin memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (mar)

Komentar Anda

Terkini