Uniknya Paviliun Simalungun di PRSU, Tampilkan Kopi Ateng 'Pembayar Hutang' dan Kacang Intip

Selasa, 07 Juli 2026 / 20.28

Kopi Arabica Sigararutang" berjenis Kopi Ateng dan Kacang Intip. (ft-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM – Paviliun Simalungun di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50, sukses menarik perhatian pengunjung dengan memamerkan berbagai komoditas pertanian unggulan serta produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil binaan dari berbagai dinas terkait di Kabupaten Simalungun.Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kopi kemasan "Kopi Arabica Sigararutang" berjenis Kopi Ateng. Produk bermerek Assly Coffee ini diproduksi oleh Rumah Produksi Kopi Saabas yang berbasis di Sinaman II, Simalungun.

Petugas paviliun menjelaskan bahwa varietas ini dijuluki Kopi Ateng Sigararutang karena karakteristik pohonnya yang pendek dan rindang, namun memiliki masa panen yang sangat cepat. Kecepatan dalam berbuah dan menghasilkan perputaran uang inilah yang mendasari penamaan "Sigararutang" (pembayar utang). 

Kopi Arabica Sumatera Simalungun ini diproses secara khusus untuk menjaga mutu dan cita rasa nikmatnya. Untuk penyajian optimal, konsumen disarankan menyeduh 10 gram bubuk kopi dengan 150 ml air bersuhu 90 derajat Celsius, lalu didiamkan selama 3 hingga 4 minute. Produk berkualitas ini dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp50.000 per bungkus.

Selain kopi, paviliun ini juga menghadirkan "Kacang Intip", oleh-oleh khas Simalungun produksi UD Aneka Usaha. Camilan berbahan dasar kacang tanah yang dibalut kulit pangsit dan tepung terigu ini digoreng hingga menghasilkan rasa manis, gurih, dan tekstur yang renyah (crispy). Ada pula Permen Jahe Adelya yang memanfaatkan jahe merah berkualitas tinggi dengan jargon andalan "Dari Alam Untuk Kehangatan".

Tidak ketinggalan, produk BUMN berupa Teh Celup Hitam milik PTPN IV juga dipamerkan. 

Menurut petugas paviliun bermarga Saragih, teh ini memiliki keunikan tersendiri pada warnanya yang cenderung cokelat gelap, membedakannya dari teh celup pada umumnya.Sektor pertanian turut unjuk gigi lewat pameran beras kemasan dari Gapoktan Maligas Bayu, serta komoditas segar seperti jeruk, bawang merah, dan kol binaan Dinas Pertanian. 

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menampilkan kain dan baju hasil tenunan tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin.Sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata, Dinas Pariwisata Simalungun memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan destinasi alam unggulan, seperti Bukit Indah Sippan dan Sungai Lobang.

Seorang petugas paviliun lainnya bermarga Damanik menambahkan, melengkapi keberagaman yang ada, stan ini juga menyediakan berbagai variasi minuman dan makanan ringan produk UMKM yang dibina oleh Senopati 08. Pameran ini diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal Simalungun ke tingkat yang lebih luas. (mar)

Komentar Anda

Terkini