MEDAN, KLIKMETRO.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong enam badan usaha milik daerah (BUMD) di Sumut memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kinerja, pelayanan, dan kontribusi bagi masyarakat. Semangat tersebut digaungkan Bobby saat melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk BUMD Sumut bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi”.
Bobby mengatakan BUMD memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan unit pelaksana teknis (UPT). Selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, BUMD juga dituntut memiliki orientasi korporasi.
“BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi,” kata Bobby, di halaman Kantor PT Bank Sumut , Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (23/8/2026).
Ia meminta seluruh BUMD Sumut meningkatkan kinerja, baik dari sisi kesehatan perusahaan, pelayanan kepada masyarakat maupun kontribusi terhadap pemerintah daerah.
Bobby secara khusus meminta Bank Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan karier internal.
“Kami akan support PT Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas,” ujarnya.
Di sisi lain, Bobby memberikan perhatian terhadap sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menargetkan hingga 2027 seluruh BUMD mampu memperbaiki kinerja. Jika tidak mampu berkembang dan memberikan pelayanan secara optimal, Pemprov Sumut akan mempertimbangkan penggabungan sejumlah BUMD dalam satu holding.
“Kalau sampai 2027 pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding,” katanya.
Bobby mencontohkan kondisi sejumlah BUMD yang memiliki aset besar, tetapi tidak didukung kemampuan finansial yang memadai. Sebaliknya, terdapat BUMD yang memiliki kemampuan keuangan, tetapi tidak memiliki aset yang besar.
“Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ juga demikian. Ada BUMD yang asetnya besar tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya, ada yang uangnya banyak tetapi asetnya tidak ada,” ujarnya.
Menurut Bobby, kondisi tersebut harus menjadi dasar bagi BUMD untuk saling berkolaborasi dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
“Kalau bisa disatukan untuk kepentingan masyarakat, tentu akan lebih baik. Kolaborasi ini kita harapkan membawa perbaikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut, Swangro Lumban Batu, yang mewakili enam direktur BUMD, mengatakan Fun Walk tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Swangro, kegiatan tersebut berawal dari komunikasi informal antarpimpinan BUMD yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama.
“Ini lahir dari kopi santai. Dari situ lahirlah Fun Walk dengan kurang lebih 4.000 peserta gabungan enam BUMD di Sumut. Ini bukan seremonial, tetapi kekeluargaan kami sebagai BUMD,” katanya.
Ia berharap Fun Walk menjadi momentum awal untuk memperluas kolaborasi antarbadan usaha milik daerah, baik melalui kegiatan olahraga maupun berbagai program bersama lainnya.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi garda terdepan dalam membantu kemajuan Sumatera Utara,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan Deklarasi Komitmen Kolaborasi BUMD Sumut. Deklarasi itu memuat komitmen untuk membangun kolaborasi sumber daya serta meningkatkan kontribusi BUMD bagi masyarakat dan pembangunan Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran dewan komisaris dan dewan pengawas BUMD, Pj Sekretaris Daerah Timur Tumanggor, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta jajaran direksi dan karyawan BUMD Sumut. (mar)
