![]() |
| Satresnarkoba Polrestabes Medan menggagalkan penyelundupan 24 kilogram narkotika jenis sabu, setelah sebelumnya sempat menabrak mobil pelaku yang membawa narkotika. (istimewa) |
MEDAN, KLIKMETRO.COM – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan penyelundupan 24 kilogram narkotika jenis sabu jaringan antarprovinsi. Barang haram tersebut dibawa dari Lhokseumawe, Aceh, dengan tujuan akhir Palembang, Sumatera Selatan.
Penangkapan berlangsung dramatis di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Besitang, Kabupaten Langkat, pada Senin (5/10/2026) dini hari. Petugas terpaksa menabrak mobil Daihatsu Terios milik pelaku untuk menghentikan pelariannya setelah aksi kejar-kejaran sengit.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (14/10/2026) pagi. Ia menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus narkoba yang diungkap sebelumnya.
"Saat pembuntuan dilakukan, mobil yang kami identifikasi membawa narkoba semakin kencang lajunya. Kami pun melakukan pengejaran hingga harus menabrak mobil pelaku untuk menghentikan pelariannya," ujar Rafli.
Dari lokasi penangkapan, polisi meringkus seorang kurir berinisial AM (31), warga Desa Manasah Meucat, Kabupaten Aceh Utara. AM sempat menolak keluar dari kendaraan dan membantah membawa narkoba, sehingga petugas terpaksa mengeluarkan pelaku secara paksa.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan 24 bungkus sabu seberat 24.000 gram yang disembunyikan secara rapi di tempat rahasia. Ruang penyimpanan tersebut meliputi lantai mobil bagian belakang, jok minibus yang telah dimodifikasi, dan bagian dalam dashboard.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, AM mengaku tergiur oleh upah fantastis yang dijanjikan sebesar Rp15 juta per kilogram. Jika berhasil mengantarkan seluruh barang bukti ke Palembang, AM dijanjikan mendapat total imbalan sebesar Rp360 juta. Rekam jejak digital juga menunjukkan pelaku pernah menyelundupkan narkoba ke Batam dengan modus serupa.
Saat ini, Polrestabes Medan tengah memburu pemasok utama sekaligus pengendali jaringan ini yang identitasnya telah dikantongi petugas. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memutus mata rantai peredaran bandar narkoba demi menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dari narkotika. (red)
