SPPG Pangkalan Dodek Baru 2 Jamin Kualitas Bahan Makanan Bagus

Senin, 12 Oktober 2026 / 10.57

Dapur SPPG Pangkalan Dodek Baru 2. (ist)

BATUBARA, KLIKMETRO.COM - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Dodek Baru 2 menerapkan serangkaian langkah terstruktur untuk memastikan keamanan, kebersihan, ketepatan waktu, dan pemenuhan gizi bagi ribuan sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pengolahan, pengecekan bahan, hingga penyusunan menu dilakukan sesuai pedoman serta arahan pusat.

Kepala SPPG Pangkalan Dodek Baru 2, M. Irfan memaparkan bahwa bahan pangan selalu datang lebih awal sebagai upaya menjaga kesegaran dan mutu.

“Untuk menjamin kualitas bahan, biasanya bahan-bahan datang dari sore hari sebelum pemasakan. Pengolahan mulai jam 1 dini hari, packing paling awal jam 4.30 untuk anak TK, dan maksimal jam 9 sampai 9.30 paling akhir,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Dapur yang ia pimpin melayani 3051 penerima manfaat, mencakup TK, SD, SMP, serta B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Terkait menu, ia menjelaskan bahwa makanan yang disajikan disusun sesuai dengan arahan petugas gizi di dapur tersebut dengan menu yang bervariasi. 

“Ada masukan dari guru agar menu mengikuti selera siswa seperti spaghetti atau burger. Namun sesuai arahan terbaru, menu olahan tidak boleh terlalu sering. Kami kurangi tapi tetap kami selingi supaya anak-anak semangat makan, dengan proses masak yang bersih dan aman,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada kasus kesehatan yang muncul akibat konsumsi makanan dari dapur mereka. “Alhamdulillah di tempat kami tidak ada kasus", tegasnya.

M. Irfan juga mengatakan dirinya memimpin dapur dengan jumlah penerima manfaat yang jauh lebih besar, oleh karena itu Ia menegaskan pentingnya pengecekan bahan sejak kedatangan, Jika saat penerimaan bahan baku ditemukan ketidaksesuaian mutu atau kerusakan, pihak SPPG memiliki kewenangan penuh untuk mengembalikan (reject) bahan tersebut ke pemasok yang notabene 80 persen pemasoknya adalah UMKM lokal warga tempatan. 

“Kami mengambil bahan baku sore untuk diolah besok. Sebelum diolah, bahan yang datang langsung kami cek. Kalau tidak sesuai, kami retur terlebih dahulu, kebetulan pemasok bahan kita 80 persen UMKM lokal warga tempatan jadi enak kordinasinya”, terangnya.

Ditanya terkait relawan SPPG yang memosting tentang pengolahan ayam dan telur busuk di sosial media facebook, Irfan mengatakan itu berita bohong dan tanpa dasar dan pihaknya akan menempuh jalur hukum. 

"Gak benar itu pak, mana mungkin kami olah ayam dan telur busuk, sementara pemasok bahan makanan melalui proses seleksi bahan yang segar, kalau ditemukan bahan yang tidak segar lagi kami kembalikan ke pemasok, itu berita bohong dan kami akan tempuh jalur hukum", tegasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan menu berbasis kajian gizi dan kerja sama lintas unit. 

“Menu kita ambil dari ahli gizi. Menu yang rawan kita hindari. Kami juga berdiskusi dengan dapur lain untuk saling memberi saran”, tukasnya.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen kuat terhadap pemenuhan pangan bergizi, higienis, dan aman konsumsi. (dan)

Komentar Anda

Terkini