-->

Peduli Bahaya Narkoba, Kelurahan Pasar Merah Barat Undang BNN Sosialisasikan P4GN

Rabu, 01 Juni 2022 / 15.29

Lurah Pasar Merah Barat Karim Surbakti berfoto bersama pada kegiatan Sosialisasi P4GN oleh BNN Provinsi Sumut.(f-ist)

MEDAN, KLIKMETRO.COM - Perang  terhadap narkoba dicanangkan pemerintah dengan membentuk badan khusus untuk Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan nama Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI.

Maraknya peredaran narkoba sudah sangat menguatirkan, kepedulian akan bahaya Narkoba dasar kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Kelurahan Pasar Merah Barat mengundang Narasumber dan tim penyuluh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, dalam keterangannya BNN menegaskan peran keluarga terutama ibu dalam pengawasan anak agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba, juga tawarkan program rehabilitasi bagi warga dengan sukarela, peserta yang hadir dari kalangan pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat.

Hal ini  diterangkan Lurah Pasar Merah Barat Karim Surbakti SH di kantornya Kelurahan Pasar Merah Barat Jalan Pencak, Kecamatan Medan Kota, Medan, Selasa (31/5/2022).

“Ini suatu kegiatan sangat bagus untuk mengingatkan anak muda, kalangan pelajar dari tingkatan SMP, SMA , hingga mahasiswa serta  masyarakat agar mengetahui dan menyadari  bahaya akan  dampak buruk Narkoba, selain merugikan diri sendiri, keluarga juga merugikan orang lain, semoga dengan sosialisasi seperti ini, anak-anak muda dapat menjauhi narkoba karena sudah mengetahui resiko dan bahayanya, serta para orang tua mengetahui ciri - ciri pengguna narkoba dan rutin  mengawasi anak generasi penerus bangsa.

Sebagai lurah Pasar Merah Barat saya menghimbau warga apabila mengetahui adanya pengedar dan tempat konsumsi narkoba segera  melapor ke Kepling setempat atau kelurahan agar segera di koordinasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa diteruskan ke pihak berwajib. Kepada perangkat dan Kepling Kelurahan Pasar Merah Barat Kecamatan Medan Kota jangan coba- coba jadi pengedar dan pengguna  narkoba, terbukti langsung kita beri sanksi dan tindakan itu perintah Walikota Medan Bapak Bobby Nasution," ungkap Karim Surbakti SH.

Pada kesempatan sama, Ketua TP PKK Kelurahan Pasar Merah Barat Airuni Hasibuan memohon kepada pihak berwajib agar memutus matan rantai peredaran narkoba.

"Selaku ibu dalam keluarga, saya bermohon kepada pihak berwajib agar memutus peredaran gelap narkoba, dampaknya sangat buruk   merusak masa depan generasi muda. Kami penggerak PKK Kelurahan Pasar Merah Barat selalu berikan pencerahan  setiap pertemuan baik sesama Kader PKK ataupun warga Kelurahan Pasar Merah Barat tentang dampak bahaya narkoba,"kata Airuni Hasibuan.

Narasumber dari BNN Provsu mengatakan sosialisasi penting untuk mengetahui  dampak bahaya narkoba dan mengetahui ciri-pengguna narkoba serta jenis benda kategori Narkoba agar masyarakat luasll mengetahuinya sekaligus dapat menghindarinya.

"Peran keluarga terutama para ibu rutin mengawasi anak, dekat dan membimbing anak agar tidak terjerumus, jangan sungkan melaporkan peredaran narkoba dan tempat konsumsi narkoba kepada Kepling, Kelurahan dan ke pihak Kepolisian atau ke pihak BNN Provinsi Sumut dan kami sudah berikan kontak bagian pemberantasan kepada yang hadir, atau datang langsung Ke BNN Provinsi Sumatera Utara jalan Balai POM no 1 percut Sei Tuan Deli Serdang (Depan Kampus Unimed),  

Pentingnya sosialisasi dan penyuluhan berguna untuk mengenal ciri pengguna Narkoba dan mengetahui segala jenis bentuk narkoba agar kita dapat menghindar bila ada orang yang menawarkan barang sejenis Narkoba kepada kita, jangan malu apabila ada keluarga atau anak kita pengguna Narkoba segera di rawat dan di rehabilitasi di BNN Provinsi Sumatera Utara, silahkan melalui Kelurahan membantu urusan surat ditujukan ke BNN provinsi Sumut agar dirawat rehab dan pihak Kelurahan Pasar Merah Barat yang mengundang BNN Provinsi Sumatera Utara dalam acara sosialisasi tentang bahayanya Dampak Narkoba Kami ucapkan terima kasih, "tutur Askamaini didampingi Sahril Azuar Penyuluh dari BNN Provinsi Sumatera Utara menutup pembicaraan.(tepu)

Komentar Anda

Terkini